Kesan waktu pertama kali tiba di SLB adalah rasa takut..entah rasa takut apa?mungkin karena aku akan bertemu dengan anak-anak yang sistem sarafnya tidak normal. Ku masuki lorongnya bersama teman-temanku yang mendapat intruksi dari seorang guru, aku melihat banyak kursi roda di ujung lorongnya banyak hal melintasi benakku, itu berarti mereka tak dapat berlari-lari layaknya anak-anak saat bermain, mereka pun tergantung pada orang lain untuk makan, berpakaian atau bahkan berpindah tempat,,sulit ku bayangkan jika aku berada dalam posisi mereka.
Ku lanjutkan langkahku dari kelas ke kelas, ku lihat banyak sekali perbedaan dimana aku menuntut ilmu dengan disini, seperti kursi, meja dan alat bantu lainnya dan contohnya saja susunan kursi yang menyatu dengan meja yang berfungsi agar murid tidak jatuh dari tempatnya, hingga dinding lorongnya yang di lengkapi besi untuk mereka berjalan.
Ku lewati lorong demi lorong yang kian membuatku terdiam dan menggetarkan hati. Terlintas dalam benaku akan adanya dunia yang tak adil, namun aku sadar akan datangnya penderitaan yang membawa manusia dalam kebahagiaan. Ku hapus akan dunia yang tak adil dalam benakku, Maha Kuasalah yang menentukan.
Kini kesanku bukan lagi rasa takut melainkan rasa bersyukur(kepada Allah), rasa haru dan prihatin. Aku bersyukur karena aku di ciptakan dengan normal kedua kaki yang sempurna membuatku dapat berjalan dan berlari tanpa alat bantu, serta sistem sarafku yang normal membuatku dapat bermain dengan teman sebaya dan berfikir secara normal.
Aku mendapat pengalaman yang sangat mempengaruhi keyakinanku hingga pengalaman ini mengubah caraku memandang mereka. Sekarang aku mengerti mereka adalah anak manusia yang mempunyai hati seperti kita. Jangan pernah pandang mereka dengan pandangan aneh, karena mereka punya hati, jangan hina mereka karena mereka punya perasaan, tapi pandanglah mereka sebagai makhluk tuhan yang memiliki hati dan perasaan yang sama seperti kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar