Rabu, 22 Februari 2012

Aku Lumpuh Melihat Sosokmu!

Sore tadi aku bertemu dengannya. getaran hebat itu berderu di dadaku. seakan ada badai yang tiba-tiba melanda hatiku yang tenang. mata ini, melihatnya. pria yang telah lama menggangu pikiranku, lebih dari setahun. kini aku meihatnya.
Saat itu, aku sedang berjalan menundukan kepalaku. dari bawah pandanganku. aku melihat sepatu tali itu, sepatu yang tak asing. celana panjang hitam. dan jaket coklatnya. aku benar-benar mengenal setelan itu. penasaran. seketika aku tolehkan pandanganku melihat wajah pria itu. kami saling bertatapan. kami berdiri kaku tak percaya. diam. sejenak kami berpikir. dan saling bertatapan. pria itu. my ex.
situasi tak terduga itu kami pecahkan, dengan saling menyapa dan memanggil nama. jantungku berdetak seketika sangat kencang. benar-benar sangat kencang. hatiku bagaikan meteor yang jatuh dari angkasa. aku rasa seluruh bagian tubuhku, sudah berkomplotan bergantian untuk bereaksi. awalnya reaksi itu berawal dari mataku, hatiku ikut berperan, kemudian jantungku. semua bagian tubuhku pun bereaksi seketika melihat sosoknya. yang tak sangka aku akan melihatnya.
rasa ini, perasaan masih sama. tak hilang sedikitpun. sepertinya aku masih rapi menyimpan perasaan itu. canggung. aku tak tahu harus bicara apa padanya. mulutku kelu dan kaku untuk bicara. awal sebuah percakapan itupun, tak tahu harus aku mulai darimana. percakapan ini hanya dipenuhi kesalahtingkahanku yang membuat kesan buruk. beberapa kali aku bertanya pada dirinya pertanyaan yang bodoh dan akhirnya aku sendiri yang menjawab sendiri pertanyaan itu. aku benar-benar tampak tolol dihadapannya. gerakan bahasa tubuh lainnya pun tampak canggung dan salah tingkah. semua gerakan tubuhku telah menjelaskan bahwa aku masih menyimpan perasaan itu. sama seperti dulu. aku benar-benar merasa tak nyaman dengan situasi ini.
aku benar-benar tampak tolol dan bodoh dihadapannya.
tak usah ditanya. sikapnya menghadapi padaku? biasa saja. matanya dingin. tak ada lagi rasa cinta yang hidup dalam sorotan matanya, atau bahkan kehangatan dalam tatapannya yang bicara padaku. aku berharap lebih. aku harap tatapan matanya seperti dulu yang penuh kasih sayang. ternyata tidak. aku kecewa. 
dengan kelakuan dan bahasa tubuhku yang salah tingkah seperti itu, seharusnya ia sudah dapat mengerti, makna reaksiku tadi. dan aku hanya berteriak dalam hati……. teriakan yang sangat kencang………. aku benar-benar merasa sangat tolol dan malu........
lalu pertanyaan kenapa pun muncul bercabang dalam otakku.. kenapa hatiku berdetak sangat kencang saat menatapnya? kenapa aku harus salah tingkah didepannya? kenapa aku bersikap begitu payah? kenapa aku begitu canggung? kenapa? kenapa aku bertemu dengannya? kenapa sorotan matanya begitu hampa? kenapa aku bodoh yang masih mencintai dan berharap cinta akan kembali? kenapa ia tak meresponku dengan istimewa? kenapa ia membiarkan aku pergi begitu saja sedangkan kita sudah lama sekali tak bertemu? beribu pertanyaan kenapa terus berputar dalam pikiranku yang semeraut..
lalu setelah beribu kenapa menggemparkan pikiranku. kini hatiku yang begitu sakit. sakit sekali. setiap kali kuingat kejadian buruk itu. hatiku rasanya bereaksi sangat jahat. jiwaku ingin membantai hatiku yang perih dan sakit. aku lemas. sangat lemas. sampai-sampai tungkai kakiku tak ingin lagi menompang tubuhku.
dan ketika mengingat kembali mata yang dingin dengan tatapan yang hampa padaku. rasanya aku ingin meremas hatiku yang begitu sakit. ingin sekali aku mengambil hatiku yang sudah pecah berkeping-keping. dan membuatnya kembali utuh lalu mengelus hatiku, lalu berkata "semuanya akan baik-baik saja. tenang, semua akan indah pada waktunya"
aku ingin menangis Tuhan? untuk apa? untuk pria yang tak lagi mencintaiku? sia-sia..
Tuhan… tubuh ini seketika lumpuh ketika bersikap tolol dihadapannya. kenapa hanya aku yang masih menyimpan perasaan yang begitu dalam ini. bagaikan seorang wanita yang mengemis cinta pada seorang pria. aku ingin melupakan semua rasa yang kusimpan padanya dan kejadian yang membuatku lumpuh.
biarkan aku merasakan jatuh cinta lagi, Tuhan….
akan aku buktikan padanya. aku bukan wanita lemah yang bodoh mengahadapi cintanya. lalu kubuktikan aku dapat bahagia tanpanya.
akan aku buktikan padanya. kelak suatu hari nanti, ketika kami bertemu lagi, aku akan bersikap tenang dan biasa dengan tatapan biasa dan rasa yang telah hilang sepenuhnya pada sosok dirinya…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar